Minggu, 25 Desember 2011

MENGENAL ROOT *)

Mengenal Root
Tulisan ini berangkat dari pemikiran bahwa banyaknya rekan-rekan yang masih kesulitan dalam proses root Android termasuk di dalamnya pengenalan dasar tentang rooting. Sebelum kita masuk dalam proses rooting, ada baiknya kita mengetahui apa itu root, serta apa keuntungan dan kerugian dari root.
Pada umumnya para droiders (pengguna OS Android) memiliki kebiasaan yang latah, dalam artian ikut-ikutan atau bisa juga dikatakan "mau dibilang jago" ketika handheld-nya telah berhasil dia root. Pikiran yang semacam ini haruslah dirubah.
Apa itu root?
Proses root kira-kira adalah sama seperti proses jailbreak di iOS, fungsinya adalah agar pengguna dapat mengakses sistem (kontrol istimewa) Android dalam mode super user, yang nantinya akan mempermudah untuk melakukan costumisasi terhadap OS, menginstall script atau tuning performa OS Android handheld yang bersangkutan. Oleh karena itu proses rooting sebenarnya adalah proses yang beresiko dapat menyebabkan Android tidak stabil atau gagal berjalan atau bisa juga gagal booting alias brick. Dengan melakukan root, pengguna dapat mengeluarkan potensi Android, baik itu menambah, mengurangi, maupun memodifikasi file-file atau data-data yang terletak pada sistem Android. Dalam keadaan standar (belum root) hal-hal tersebut mustahil dapat kita lakukan.
Developer Android sengaja mengunci mode super user sebenarnya dengan tujuan yang baik, yaitu agar para pengguna yang kurang memahami proses-proses di dalam OS tidak salah mengakses atau merubah isi Android yang akhirnya berakibat rusaknya handheld yang bersangkutan.
Haruskah Android di root?
Jawabannya adalah tidak harus, terkecuali jika ada beberapa script, aplikasi atau costumisasi yang ingin rekan-rekan tambahkan dan hal tersebut memerlukan proses rooting. Sebagai contoh untuk para pengguna android 2.1 yg belum bisa menginstall apps ke dalam SD Card seperti di Android 2.2 terpaksa harus me-rooting handheld-nya agar bisa diinstall script app2sd.
Keuntungan root
Ada beberapa keuntungan yang akan kita dapatkan dari handheld yang telah di root, diantaranya adalah:
1. Install aplikasi.
Ada beberapa aplikasi di Market Android yang ketika kita akan memasangnya mensyaratkan root, tanpa root....
mustahil bisa menginstallnya. Inilah keuntungan paling umum yang akan kita dapatkan ketika handheld kita di root. Berikut ini adalah beberapa aplikasi di Market Android yang membutuhkan akses root:
- Move2sd Enabler
Aplikasi ini sangat berguna bagi handheld yang memiliki memori internal yang kecil. Move2sd Enabler memungkinkan kita untuk memindahkan aplikasi yang terinstall maupun yang baru akan kita install ke SD card.
- Titanium Backup
Titanium Backup dapat membackup/restore semua aplikasi dan data serta sistem yang ada dalam handheld, termasuk settingan, uninstall aplikasi bawaan atau sekedar froze (membekukan) aplikasi bawaan.
- Root Explorer
Aplikasi ini tidak sekedar file manager, tetapi lebih jauh berguna dari pada itu. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk mengakses file inti dari OS Android yang tertanam dalam handheld kita, mengekstrak file zip/tar/gzip, mengeksekusi script, remount, permission (perizinan), mengubah file owner/group, dll.
- ROM Manager
Terkadang ketika kita ingin memasang custom ROM (ROM yang telah dimodifikasi oleh developer), maka kita harus browsing di internet yang akan memakan cukup banyak waktu, mana ROM yang sesuai dan stabil sesuai tipe handheld. Tetapi melalui ROM Manager, kita tidak perlu bersusah payah untuk browsing, kita tinggal download ROM yang kita inginkan. ROM Manager akan menampilkan mana ROM versi terbaru yang cocok dan stabil digunakan. Selain itu ROM Manager juga berguna untuk membackup ROM yang sedang berjalan di handheld, serta mempartisi SD card.
- Screen Shot
Screen Shot berguna untuk mengambil gambar di layar handheld. Sebenarnya beberapa vendor seperti Samsung dan HTC telah memasukkan aplikasi ini dalam bentuk kombinasi tombol, tapi hal tersebut kadang menyulitkan.
- Cache Cleaner NG
Aplikasi yang sangat berguna untuk membersihkan file yang tidak terpakai pada internal memory maupun pada SD card. Aplikasi ini juga dapat berjalan otomatis, sesuai dengan schedule yang telah kita set.
- AddFree
Dapat dipastikan setiap kita membuka aplikasi ataupun game free dari Market Android selalu saja muncul iklan, entah itu dibagian bawah layar maupun di atas layar, ini tentu saja sangat mengganggu kenyamanan dalam menggunakan aplikasi/game. Aplikasi AddFree dapat menghilangkan iklan tersebut.
- Superuser
Aplikasi ini akan secara default berada dalam handheld yang telah di root. Melalui Superuser kita dapat mengatur mana aplikasi root yang boleh berjalan dan mana yang tidak.
2. Mengubah file system.
Dengan akses root, kita diberi izin untuk masuk ke bagian inti dari Android, meliputi:
- Set DNS
- Recovery image
- Bootloader
- Animasi saat booting
- Menambahkan binary linux
3. Meningkatkan performa.
Android yang sudah di root, dapat melakukan overclock yang memungkinkan kecepatan processor Android ditingkatkan maupun diperlambat. Overclock tidak disarankan karena memaksa prosesor untuk bekerja diluar kemampuannya, resiko yang bisa terjadi yaitu memperpendek usia processor, membuat baterai lebih boros dan cepat panas, serta menyebabkan sistem menjadi tidak stabil.
4. Flashing Custom ROM.
Custom ROM merupakan sistem operasi Android yang telah dimodifikasi/dikembangkan oleh developer. Pada umumnya, root akan membantu “upgrade” custom ROM.
Kerugian Root
Rooting Android tidak hanya mendatangkan kebaikan, tetapi juga beberapa kerugian. Dengan kata lain, rooting bukanlah tindakan yang sepenuhnya bebas resiko, dan apapun yang rekan-rekan lakukan adalah resiko yang ditanggung sendiri.
1. Seperti yang telah saya sebutkan di atas, bahwa melalui root pengguna bisa dan boleh mengeluarkan potensi Android, baik itu menambah, mengurangi, maupun memodifikasi file-file atau data-data yang terletak pada sistem Android. Apabila akses ini kita salah gunakan dalam arti salah memodifikasi, menambah, maupun mengurangi file system, akan menyebabkan kerusakan, baik itu temporari bahkan permanent.
2. Kerugian yang pasti datang dari root adalah membatalkan garansi dari pabrikan handheld. Vendor ponsel tidak memperbolehkan root, dikarenakan root merupakan jalan untuk modifikasi system yang berasal dari pabrikan. Jadi, sebelum membawa handset Anda ke pusat service untuk diperbaiki, silahkan hilangkan jejak dengan melakukan unroot, namun tidak ada jaminan bahwa rekan-rekan akan lolos dengan klaim garansi.
3. Apabila proses root tidak berjalan mulus sesuai yang diharapkan, maka akan menyebabkan brick ataupun kerusakan pada system handheld.
4. Kalibrasi dan beberapa sensor handheld tidak maksimal bekerja, seperti accelerometer sensor.
5. Handheld yang telah di root, mempunyai kemungkinan terserang malware akan lebih besar. Malware berupa virus maupun Trojan dapat dengan mudah merusak file system dan mencuri data pengguna, baik itu password, pin account bank, dll.
Jadi kalau rekan-rekan tidak benar-benar tahu dengan apa yang rekan-rekan lakukan, sebaiknya dipertimbangkan dengan matang sebelum mencoba.

TIPS MEMILIH DEVICE ANDROID YANG BAIK (SMARTPHONE AND TABLET)

cha-ching
Harga handphone atau tablet Android saat ini sangatlah bervariasi, mulai dari 1 jutaan hingga 5 juta lebih. Dan bukan hanya harganya saja yang bervariasi, namun merk dan modelnya pun cukup banyak. Bila sekitar dua atau tiga tahun yang lalu ponsel pintar (smartphone) didominasi oleh merk-merk terkenal, dengan hadirnya sistem operasi Android, hal tersebut tidak berlaku lagi. Merk lokal yang namanya tidak pernah saya dengar sekalipun ikut-ikutan mengeluarkan tablet atau ponsel pintar yang menggunakan sistem operasi Android.
Hal ini tentu cukup menguntungkan bagi calon pembeli handphone Android, karena dengan makin banyaknya produsen yang mengeluarkan gadget Android, maka persaingan akan semakin ketat yang pada akhirnya akan menurunkan harga jual. Disisi lain, banyaknya pilihan justru akan membuat pusing calon pembeli. Namun jangan khawatir, pada artikel kali ini, saya akan menginformasikan tips atau cara memilih dan membeli handphone Android.
Tips Memilih Android #1: Merk
Merk-merk lokal cenderung menawarkan harga yang terjangkau dengan fitur melimpah...
Banyak dari Rekans pasti tertarik untuk memilikinya namun masih ragu-ragu dengan kualitasnya. Apakah merk handphone Android lokal layak untuk dibeli? Berikut penjelasan saya:
Komponen vital yang mempengaruhi kinerja handphone Android seperti processor, kartu grafis (GPU), dll pada umumnya tidak dibuat oleh produsen telepon, namun produsen telepon membeli kepada pihak ketiga dalam hal ini misalnya adalah produsen processor seperti Qualcomm. Jadi, selama Android lokal memiliki spesifikasi yang bagus, maka performanya tidak akan kalah dibanding dengan merk terkenal, karena processor maupun komponen hardware atau daleman yang digunakan pada merk lokal bisa jadi sama dengan yang digunakan oleh merk terkenal.
Untuk menekan harga jual terkadang merk lokal mengurangi kualitas dari beberapa komponen atau fitur yang digunakan, misalnya kualitas layar, kualitas kamera, kualitas casing yang digunakan, atau kualitas dari aksesoris pendukung seperti kabel data, charger, dll. Namun bukan berarti kualitas Android lokal pasti jelek atau dibawah merk terkenal, karena kenyataannya banyak juga tablet atau hp lokal yang memiliki kualitas baik.
Mungkin sebagian dari Rekans akan berkata kalau begitu merk ga penting dong? Beberapa handphone Android lokal yang beredar di Indonesia saat ini memang memiliki kualitas dan performa yang sama baiknya dengan merk terkenal dan ditawarkan dengan harga yang lebih murah, namun memang masih ada faktor lain yang perlu Rekans pertimbangkan sebelum memilih atau membeli Android merk lokal, yaitu:
Lokasi service center: Merk terkenal pada umumnya memiliki lokasi service center yang lebih banyak
Nilai jual kembali: Android merk terkenal lebih mudah dijual kembali dan harganya cenderung lebih stabil.
Ketersediaan aksesoris: Lebih mudah menemukan aksesoris untuk merk-merk yang sudah dikenal, misalnya sarung silikon, sarung kulit, screen guard, dll.
Kesimpulannya, bagi Rekans yang ingin mencicipi Android dengan harga terjangkau, bolehlah melirik merk-merk lokal, tapi bagi Rekans yang sering sekali gonta-ganti handphone, mungkin lebih cocok membeli merk terkenal dengan alasan lebih mudah dijual kembali.
Tips Membeli Android #2: Perhatikan sistem operasi yang digunakan
Sistem operasi Android terdiri dari beberapa versi. Berikut adalah urutan versi dan nama sistem operasi Android: Versi 1.5 Cupcake, 1.6 Donut, 2.1 Eclair, 2.2 Froyo (frozen yogurt), 2.3 Gingerbread, lalu ada juga versi 3.0 Honeycomb yang lebih dioptimalkan untuk digunakan pada Tablet Android yang menggunakan layar lebih besar. Versi Android yang selanjutnya bernama Ice Cream sandwich (versi 2.4). Versi ini dikatakan akan optimal untuk digunakan baik pada handphone maupun pada tablet Android.
Bila Rekans hendak membeli tablet atau handphone Android, disarankan membeli yang menggunakan sistem operasi minimal Froyo (versi 2.2). Versi ini terbukti cukup stabil dan memiliki kelebihan dibanding versi sebelumnya, diantaranya memiliki kemampuan memindahkan aplikasi ke SD Card dan juga memiliki kemampuan wi-fi tether atau menjadikan handphone Android sebagai hotspot mini pribadi.
Tips Memilih Android #3: Dukungan komunitas
Coba cari tahu mengenai komunitas atau forum pengguna handphone Android yang akan dibeli di internet. Jika ada komunitasnya, maka Rekans akan mudah bertanya melalui forum kepada pengguna lain bila terjadi masalah pada HP, Rekans akan mendapat banyak tips dan trik untuk meningkatkan performa telepon, merubah tampilan, dan tips atau trik lainnya. Selain itu jika komunitasnya besar, maka akan lebih terjamin pengembangan software untuk kedepannya, misalnya update sistem operasi Android.
Tips Membeli Android #4: Spesifikasi Hardware Handphone
Rekans mungkin sedikit pusing saat melihat spesifikasi dari sebuah handphone Android. Namun jangan khawatir, saya akan menjelaskan beberapa spesifikasi yang menurut saya paling penting untuk diperhatikan.
A. Spesifikasi yang mempengaruhi kinerja atau performa ponsel:
A.1. Processor
Processor merupakan otak dari ponsel. Semakin cepat processor yang digunakan, maka semakin responsif dan cepat ponsel Rekans dalam menjalankan aplikasi-aplikasi Android. Processor yang digunakan pada ponsel Android low end atau entry level umumnya berkecepatan 600 MHz. Untuk Android mid end atau kelas menengah berkecepatan 800 MHz, dan untuk ponsel high end berkecepatan 1 GHz keatas.
Handphone Android yang menggunakan processor berkecepatan 600 MHz sebenarnya sudah cukup untuk menjalankan semua fungsi yang terdapat pada sistem operasi Android. Jadi, jika dana yang Rekans miliki tidak terlalu banyak, atau baru ingin coba-coba OS Android, maka tidak perlu dipaksakan untuk membeli handphone dengan processor berkecepatan tinggi. Namun bila ada dana lebih, disarankan membeli ponsel dengan processor minimal 800 MHz, karena aplikasi-aplikasi atau game yang akan datang pada umumnya menuntut spesifikasi yang lebih tinggi dibanding aplikasi atau game yang beredar saat ini.
A.2. GPU (Graphic Processing Unit)
GPU merupakan komponen yang berfungsi untuk mengolah gambar atau grafik. Handphone Android yang menggunakan atau memiliki GPU dapat menjalankan aplikasi yang banyak menggunakan tampilan visual atau game 3D jauh lebih baik dibanding ponsel yang tidak memiliki GPU. Bahkan pada umumnya, HP Android yang tidak memiliki GPU tidak dapat menjalankan game 3D, bila dapat berjalan pun akan sangat lambat.
GPU yang paling banyak digunakan untuk handphone low end dan mid end adalah tipe Adreno 200 atau PowerVR SGX 530. Untuk handphone high end biasanya menggunakan GPU Adreno 205, PowerVR SGX 540 atau NVIDIA GeForce (NVIDIA Tegra). Bila Rekans mencari handphone Android, disarankan yang sudah menggunakan GPU minimal Adreno 200 atau PowerVR SGX530, namun sayangnya untuk GPU yang digunakan pada sebuah ponsel tidak selalu dituliskan pada informasi spesifikasi, oleh karena itu terkadang Rekans harus menanyakannya terlebih dahulu kepada pengguna yang telah memiliki handphone Android atau melalui forum komunitas pengguna Android yang ingin Rekans beli.
A.3. Kapasitas RAM (Random Access Memory)
Kapasitas RAM berhubungan dengan performa handphone Android. Semakin besar RAM yang digunakan, maka akan semakin baik pula performa dari sebuah handphone, khususnya saat melakukan multi tasking atau membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Kapasitas RAM yang umumnya digunakan adalah 128 MB, 256 MB, 512 MB dan 1 GB. Handphone yang menggunakan RAM sebesar 128 MB pada umumnya agak sedikit lambat bila digunakan untuk multi tasking, oleh karena itu, saya sarankan membeli ponsel Android yang memiliki kapasitas RAM minimal 256 MB.
Sebagai catatan, Rekans harus cukup jeli saat membaca spesifikasi kapasitas RAM dari sebuah handphone Android. Beberapa produsen menuliskan kapasitas RAM dalam satuan Gb (giga bit) perhatikan huruf b kecil yang digunakan. 1 b (bit) = 1/8 B (byte) jadi kalau rekans membaca spesifikasi sebuah handphone Android memiliki kapasitas RAM sebesar 1 Gb (1000 Mb), maka kapasitas RAM yang sebenarnya adalah 1000 : 8 = kurang lebih sebesar 125 MB (Megabyte).
B. Spesifikasi yang memiliki nilai tambah:
B.1. Layar
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai layar handphone Android, yaitu:
Jumlah Pixel
Jumlah pixel layar yang umum digunakan pada HP Android adalah 240320, 320480 dan 480800 pixel. Semakin besar jumlah pixel yang digunakan, maka semakin halus gambar yang tertampil pada layar.
Ukuran Layar
Semakin besar ukuran layar, maka akan semakin nyaman untuk digunakan dan juga semakin mudah untuk menggunakan papan ketik (keyboard) virtual. Namun semakin besar layar, maka semakin lebar atau tinggi juga ukuran handphone-nya. Layar yang terlalu besar akan sedikit menyulitkan bila harus di letakkan dalam kantong, jadi sesuaikan dengan kebutuhan.
Jenis layar
Jenis layar yang digunakan pada umumnya dibagi jadi dua tipe yaitu resistive dan capacitive. Layar capacitive sensitif terhadap sentuhan jari (kulit), sedangkan layar resistive kurang sensitif terhadap sentuhan jari, jadi pengguna harus melakukan sedikit penekanan pada layar untuk mengoperasikan layar jenis resistive.
Jika layar kapasitif hanya dapat merespon sentuhan kulit jari, lain halnya dengan layar resistif yang dapat merespon sentuhan dari media lain, misalnya kuku, pen stylus atau benda lainnya.
Saya sarankan untuk membeli handphone Android yang menggunakan layar berjenis kapasitif (capacitive) karena lebih nyaman untuk digunakan.
Istilah-istilah yang sering ditemui:
AMOLED: Layar yang berteknologi AMOLED tidak menrekanskan bahwa layar ini berjenis capacitive atau resistive, namun handphone yang menggunakan layar berteknologi AMOLED akan menampilkan warna dan kecerahan yang lebih baik dibanding layar biasa, baik di dalam maupun di luar ruangan. Layar AMOLED biasanya digunakan pada handphone Android high end atau kelas atas.
Gorilla Glass: Layar yang telah menggunakan teknologi Gorilla Glass akan lebih tahan goresan dan juga lebih tahan pecah.
Multi touch: Adalah kemampuan layar untuk mendeteksi minimal dua titik sentuhan secara bersamaan. Bila layar mendukung multi touch, maka Rekans dapat menyentuh dua tombol sekaligus, jadi misalnya saat bermain game perang, ketika jari jempol kiri mengarahkan senjata, pada saat yang bersamaan jempol kanan menekan layar untuk menembakkan senjata. Bila layar tidak mendukung multitouch, saat salah satu jari masih menyentuh layar, maka layar tidak akan merespon sentuhan jari yang lain, dalam contoh ini pengguna tidak dapat mengarahkan dan menembakkan senjata dalam waktu bersamaan, jadi harus diarahkan dulu baru menembak. Handphone yang tidak mendukung multi touch tentu saja kurang nyaman digunakan untuk bermain game.
B.2. Kamera
Beberapa fitur yang perlu diperhatikan di sektor kamera:
Resolusi foto yang dihasilkan
Resolusi foto yang dihasilkan biasa ditulis dalam besaran megapixel (MP). Walaupun tidak menjamin, namun pada umumnya semakin besar resolusi foto yang bisa dihasilkan, maka hasil fotonya akan semakin baik.
Auto Focus
Bila kamera handphone Android memiliki fitur auto focus, maka kamera dapat secara otomatis menyesuaikan fokus sesuai dengan jarak objek yang hendak di foto. Beberapa pengguna ada yang menyebutnya fitur zoom otomatis. Kelebihan kamera auto focus dibanding kamera fixed focus (fokus tetap) lebih terasa saat pengguna mengambil foto dalam jarak dekat (dibawah 30 cm). Kamera fixed focus saat dipakai untuk mengambil foto dalam jarak dekat, hasilnya akan sedikit buram atau tidak fokus. Namun saat pengambilan foto jarak jauh, antara handphone Android yang memiliki fitur auto fokus maupun fixed fokus, keduanya tidak terlalu menunjukkan perbedaan yang berarti.
Lampu Flash
Bila Rekans sering mengambil foto di malam hari, maka lebih baik memilih handphone Android yang fitur kamera-nya telah dilengkapi dengan lampu flash.
Tombol Kamera
Keberadaan tombol khusus kamera akan memudahkan pengguna saat hendak mengambil foto, khususnya saat mengambil foto diri sendiri.
Kamera Depan
Bagi Rekans yang gemar melakukan video call, sebaiknya mencari handphone yang memiliki kamera depan. Sebagai informasi, mayoritas handphone Android kelas menengah kebawah (harga dibawah Rp. 2 juta) tidak memiliki kamera depan. Bila Rekans melihat pada bagian depan gambar handphone Android yang ingin dibeli ada bulatan kecil seperti kamera, belum tentu itu adalah kamera, bisa jadi hanya sensor cahaya dan/atau proximity sensor.
B.3. Kapasitas memori internal
Perhatikan juga kapasitas memori internal dari sebuah handphone Android. Semakin besar semakin baik.
B.4. Keyboard fisik
Kebanyakan handphone Android adalah handphone full layar sentuh, namun beberapa diantaranya ada yang memiliki keyboard fisik. Jika Rekans tidak terbiasa atau kurang nyaman mengetik tulisan menggunakan keyboard virtual, maka sebaiknya memilih handphone Android yang memiliki keyboard fisik.
B.5. FM Radio
Bagi Rekans yang hobi mendengarkan radio, pastikan pada handphone Android yang hendak dibeli telah memiliki fitur ini.
B.6. Kapasitas Baterai
Handphone Android termasuk boros baterai, jadi sebisa mungkin carilah handphone yang memiliki kapasitas baterai besar. Kapasitas baterai yang umumnya digunakan sebesar 1200 mAh, jika ada yang lebih besar maka lebih baik.
B.7. Jaringan Telepon
Sebelum membeli handphone Android, ada baiknya dipastikan dulu jaringan teleponnya. Rekans ingin membeli handphone Android CDMA atau GSM. Selain itu, apakah handphone Android telah mendukung koneksi 3G atau belum. Jika Rekans membaca pada spesifikasi bahwa handphone dapat berjalan di jaringan WCDMA, maka dapat dipastikan bahwa handphone tersebut bukan handphone CDMA, melainkan handphone GSM yang telah mendukung koneksi 3G.
B.8. Fitur lain dan Aplikasi Bawaan
Pada umumnya handphone Android telah dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:
GPS (Global Positioning System): Berguna untuk mengetahui lokasi Rekans saat ini dan juga sebagai pemandu arah menggunakan bantuan satelit
Sensor accelerometer, pengertian: sensor ini berguna untuk mengetahui sudut kemiringan handphone. Fitur ini digunakan untuk auto-rotate layar atau untuk kontrol game. Jika digunakan pada game tertentu, misalnya game balap mobil, pengguna dapat membelokkan mobil dengan cara memiringkan handphone. Sensor ini juga terkadang diartikan sebagai sensor gravitasi.
Bluetooth
Wi-Fi
Digital Compass
Sensor Cahaya: Berguna untuk mengatur tingkat kecerahan (brightness) layar secara otomatis tergantung kondisi cahaya sekitar.
Proximity sensor, pengertian: sensor ini berguna untuk mengetahui keberadaan objek terdekat tanpa perlu menyentuhnya. Misalnya Rekans hendak melakukan panggilan telepon, saat handphone di dekatkan ke kuping, proximity sensor akan mendeteksi handphone berada dekat dengan kuping dan secara otomatis akan mematikan layar HP karena tidak diperlukan. Pada beberapa tipe handphone, layar akan menyala kembali saat handphone di jauhkan dari kuping.
Fitur-fitur GPS, dll pada umumnya sudah ada di handphone Android. Namun tidak ada salahnya dipastikan lagi fitur-fitur ini sudah ada atau tertulis pada spesifikasi.
Mengenai masalah aplikasi, Rekans tidak perlu terlalu khawatir jika pada handphone Android yang rencananya dibeli tidak memiliki aplikasi yang Rekans inginkan atau butuhkan. Karena Rekans dapat dengan mudah mengunduh (download) dan menginstall aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan melalui Android Market. Namun ada baiknya Rekans memeriksa terlebih dahulu apakah aplikasi yang tersebut ada dan tersedia di Market. Caranya Rekans dapat pergi ke website Android Market melalui komputer.
Kesimpulan
Saat ini cukup banyak handphone maupun tablet Android yang bisa Rekans pilih. Apabila Rekans baru ingin coba-coba Android, maka tidak harus membeli yang mahal, karena semua fitur dan keunggulan Android bisa didapatkan pada handphone atau tablet Android dengan harga yang murah. Perbedaan utama antara tablet atau handphone Android yang mahal dengan yang murah hanyalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi atau game berat, lalu perbedaan fitur tambahannya seperti layar, kamera, kualitas speaker, dll.

Salah Kaprah Task KIller

android-task-killerAndroid Task Killer adalah salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh (download) oleh para pengguna handheld Android. Aplikasi ini memiliki fungsi untuk mematikan aplikasi-aplikasi lainnya baik aplikasi yang sedang aktif maupun aplikasi yang sedang berjalan di background.
Ada yang mengatakan bahwa dengan mematikan aplikasi atau game Android menggunakan Android Task Killer, maka handheld Android rekans akan bekerja lebih cepat dan lebih hemat baterai. Namun, apakah memang benar kenyataannya seperti itu?
Untuk mengetahui mengenai hal tersebut, ada baiknya rekans mengetahui cara kerja sistem Android terlebih dahulu. Namun bila rekans tidak memiliki waktu banyak bisa langsung ke bagian rangkuman di bagian bawah :)
Advance Task Killer
Sistem Kerja Android dan Salah Kaprah Mengenai Task Killer
Jika rekans menginstall Android task killer, sebagai contoh yang terkenal Advance Task Killer, pada aplikasi tersebut akan terlihat daftar aplikasi yang sedang aktif dan aplikasi yang sedang berjalan di background (aplikasi yang masih berjalan namun sudah/sedang tidak digunakan). Pada Aplikasi tersebut tertera juga sisa memori RAM (available memory) yang tidak terpakai pada handheld rekans.
RAM: Random Access Memory adalah memori sementara yang digunakan oleh CPU (Central Processing Unit) untuk mengakses informasi atau data-data yang diperlukan untuk menjalankan suatu proses. Semakin besar RAM, maka secara garis besar akan mempercepat kinerja sistem karena CPU dapat mengakses lebih banyak informasi pada saat yang bersamaan. Jika rekans mematikan salah satu aplikasi, maka available memory akan meningkat. Rekans dapat mematikan aplikasi satu persatu maupun sekaligus. Rekans dapat mengaturnya agar dapat mematikan aplikasi secara otomatis pada interval waktu tertentu atau ketika layar dimatikan.
advanced-task-killer-pict
Setiap aplikasi Android yang berjalan akan memakan memori RAM telepon rekans. Semakin banyak aplikasi yang diaktifkan, semakin sedikit sisa memori (available memory) yang tersisa. Hal inilah yang sering disalah artikan oleh pengguna handheld Android. Kebanyakan dari pengguna berpikir semakin sedikit aplikasi yang aktif dan semakin banyak sisa memori yang tersedia, maka semakin cepat kinerja ponsel dan juga akan semakin irit baterai. Hal ini tidaklah benar. Pada sistem Android, setiap aplikasi yang tidak aktif digunakan akan disimpan dalam sistem memori telepon. Aplikasi yang disimpan dalam memori atau berjalan di background akan lebih cepat untuk di aktifkan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan. Dengan mematikan aplikasi yang berjalan di background justru akan membuat handheld mengeluarkan energi lebih banyak ketika aplikasi tersebut ingin diaktifkan kembali yang pada akhirnya justru membuat baterai menjadi boros.
Selama aplikasi tersebut tidak aktif atau tidak menggunakan CPU dan hanya menggunakan memori RAM handheld Android rekans, maka aplikasi tersebut tidak akan membuat ponsel rekans menjadi lebih boros. Rekans juga tidak perlu khawatir kekurangan memori RAM jika sewaktu-waktu rekans ingin mengaktifkan, misalnya game HD (high definition) yang membutuhkan RAM besar, karena sistem Android akan secara otomatis mematikan aplikasi-aplikasi yang berjalan di background yang tidak diperlukan agar dapat memberikan available memory (RAM) yang lebih banyak. Artinya rekans tidak perlu khawatir akan ada penurunan performa handphone jika banyak aplikasi yang berjalan di background.
Sistem kerja Android yang secara otomatis mematikan aplikasi bila diperlukan membuat beberapa (bahkan banyak) pengembang aplikasi yang membuat aplikasi android yang tidak memiliki tombol exit, atau setidaknya tombol exit agak merepotkan untuk di akses.
Catatan: Kondisi ini berlaku untuk sistem operasi Android. Untuk sistem operasi lainnya, pada umumnya tidak akan secara otomatis mematikan aplikasi bila dibutuhkan RAM lebih banyak, sehingga untuk meningkatkan kinerja, pengguna harus mematikan aplikasi yang tidak terpakai.
Resiko Menggunakan Android Task Killer
Penggunaan task killer memiliki resiko. Jika rekans tidak sengaja mematikan aplikasi yang diperlukan oleh sistem Android, maka ponsel tidak akan beroperasi sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, tanpa sengaja aplikasi push email rekans matikan dan ponsel Android rekans terlihat seperti berjalan normal, namun tanpa disadari rekans tidak akan menerima notifikasi bila ada email baru.
Namun, sebenarnya hal ini sudah di antisipasi oleh pembuat Advance Task Killer (ATK) dengan membuat pengaturan ignore list (daftar hirau) yaitu rekans dapat menentukan aplikasi mana saja yang tidak boleh dimatikan. Selain itu ATK dapat membantu rekans untuk memilih aplikasi mana saja yang sebaiknya di masukkan dalam ignore list secara otomatis.
Masih Perlukah Task Killer?
Masih banyak yang menginstall ATK pada handphone Android yang dimiliki. Hal ini bukan untuk mematikan aplikasi-aplikasi yang berjalan di background, namun untuk memudahkan kita untuk mematikan aplikasi yang berjalan dengan tidak semestinya (error). Dari sisi performa dan kinerja baterai, biasanya kita tidak menemukan perbedaan saat dahulu masih aktif menggunakan ATK dengan saat jarang sekali menggunakan ATK.
Rangkuman dan Pertanyaan
1. Apa itu Android Task Killer?
    Jawab: Adalah aplikasi Android untuk mematikan aplikasi-aplikasi lainnya baik secara manual maupun otomatis
2. Apakah penggunaan Android Task Killer akan mempercepat kinerja dan menghemat baterai handheld Android yang saya miliki?
    Jawab: Tidak juga
3. Kalau begitu, maka tidak diperlukan RAM besar pada handheld Android?
    Jawab: Tergantung kebutuhan. Sebagai contoh, bila sebuah aplikasi katakanlah membutuhkan RAM sebesar 300 MB untuk dapat berjalan dengan normal, dan dari sisi hardware handheld Android hanya memilik RAM sebesar 256 MB, maka walaupun semua aplikasi yang berjalan di background sudah dimatikan oleh sistem Android, namun tetap saja akan terjadi kondisi dimana aplikasi tidak dapat berjalan / berjalan lambat akibat kekurangan RAM.
4. Saya menggunakan Android Task Killer dan saya merasakan kinerja ponsel saya meningkat dan lebih hemat baterai.
    Jawab: Hal tersebut bisa diakibatkan oleh tiga hal. Yang pertama, task killer mematikan aplikasi yang tidak bekerja dengan sempurna (aplikasi rusak / bad code) yang membuat sistem operasi Android dan CPU bekerja ekstra. Kedua, task killer mematikan aplikasi yang menggunakan koneksi internet secara terus menerus dan ketiga, itu hanya sugesti rekans saja :)
Kesimpulan
Sejak lama topik ini merupakan perdebatan yang cukup panas dan pada forum-forum Android banyak yang saling memberi pendapat baik berdasarkan pengalaman masing-masing maupun dengan menggunakan data teknis yang mereka miliki. Sebagian mengatakan bahwa Android Task Killer sangat diperlukan, sebagian lainnya mengatakan sebaliknya. Dianjurkan dan juga tidak dilarang untuk menggunakan Android task killer. Apabila rekans merasa nyaman dan merasakan manfaat dari penggunaan Android Task Killer, maka hal tersebut sah-sah saja dilakukan.
Task killer diperlukan untuk mematikan aplikasi yang berjalan dengan tidak semestinya, misalnya dalam kasus yang kadang-kadang sering dialami, saat aplikasi Boat browser tidak mau koneksi ke internet, kita bisa matikan terlebih dahulu menggunakan task killer lalu aktifkan kembali Boat browser dan koneksi menjadi normal kembali.
Disarankan jangan mengatur task killer untuk secara otomatis mematikan aplikasi pada handheld Android rekans, karena ada kemungkinan membuat sistem operasi Android menjadi tidak stabil. Namun, jika rekans yakin bahwa aplikasi yang akan dimatikan secara otomatis tidak akan membawa dampak apapun pada handheld rekans, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Semuanya berpulang kembali kepada rekan-rekan

Tentang Dropbox


 
 
Dropbox sebenarnya adalah sebuah aplikasi yang sangat berguna tapi belum banyak yang memahami maupun memakainya. Diharapkan dengan tulisan ini, rekan-rekan bisa mengetahui manfaat dropbox hingga bisa menggunakan dan memaksimalkannya.
Pengertian Dropbox
Dropbox adalah tentang sinkronisasi file dan menyimpannya dalam cloud storage, hampir semua file baik yang berbentuk gambar, video,lagu, document, program maupun aplikasi dan berbagi solusi yang juga dapat berfungsi sebagai layanan backup online. 
Cara Kerja Dropbox :
 Cara kerja dropbox sangat mudah, hanya dengan membiarkan pengguna drag dan drop file dan folder ke folder Dropbox. Ya memang sesimple itu, semuanya bekerja mulus.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.Download dan install program dropbox dari internet ke computer/ pc anda. Anda bisa mendownloadnya di http://db.tt/QN1ItsVi . Untuk hh android anda, bisa di install dari market karena aplikasinya gratis.
2.Setelah terinstall kemudian akan tercipta folder dropbox yang bisa anda letakkan dimana saja di dalam computer/ pc anda. Syarat untuk bisa sinkronisasi adalah dengan dukungan koneksi internet. Ketika anda menjalankan aplikasi dropbox di hh android anda maka dengan otomatis akan tersinkron antara dropbox di komputer/ pc anda dengan dropbox di hh android anda.
3.Setiap perubahan yang dibuat pada file yang ditemukan dalam folder Dropbox akan secara otomatis disinkronisasikan di komputer lain dan perangkat mobile yang telah diinstal dengan Dropbox.
4.Anda bisa mendownload file-file yang ada didalam dropbox maupun mengupload file-file anda baik dari hh maupun computer/ pc anda dan akan tersimpan dalam cloud storage dropbox. Anda juga dapat berbagi isi folder anda dengan teman, kerabat anda bahkan masyarakat umum atau membatasi mereka untuk pelanggan Dropbox lainnya.Hal ini dapat menjadi alat yang sangat berguna tidak hanya untuk pengguna individu tetapi untuk kelompok mahasiswa,usaha kecil,dan rekan kerja yang membutuhkan untuk berbagi dan berkolaborasi pada dokumen secara teratur. Selain untuk menghemat anda membawa file-file tersebut yang membuat penuh storage hh android anda.
Selain dari fitur sinkronisasi nya, Dropbox juga memiliki poin penting lainnya yang dapat meyakinkan Anda untuk mencobanya. Layanan ini memiliki keamanan yang baik dan paling mudah untuk menggunakannya dan  setara dengan penyedia layanan backup online. Dropbox juga menawarkan aksesremote web dan akses mobile.

Dropbox menawarkan 2GB ruang kosong dan jika Anda membutuhkan lebih, Anda dapat meng-upgrade ke paket yang 50 Pro (50GB dari $ 9,99 per bulan), atau plan 100 Pro (100GB pada $ 19,99 per bulan). Ya, pasti ada model cloud storage lainnya di luar sana tetapi bagi mereka yang bisa menggunakanDropbox menawarkan kenyamanan dengan biaya yang relative sepadan. So apa lagi yang ditunggu segera gunakan dropbox dan maksimalkan dropbox anda
.

Prosedur Penggantian SD (Jika sudah APPsToSD)

1. Jika menggunakan SamdroidMOD

  1. Disable Apps2SD dari Samdroid Tools
  2. Matikan handset
  3. Ganti SD
  4. Hidupkan handset dan masuk ke Recovery Mode
  5. Partisi SD yang baru
  6. Reboot sampai masuk Home
  7. Enable Apps2SD dari Samdroid Tools


2. Jika tidak menggunakan SamdroidMOD (tapi menggunakan LK2.02)
Gunakan ADB
#remount rw
#rm /data/app
#mv /system/sd/app /data
#exit
Backup apk
prompt>adb pull /data/app c:\app
Matikan handset
Ganti SD
Hidupkan handset dan masuk ke Recovery Mode
Partisi SD yang baru
Reboot sampai masuk Home
Gunakan ADB
#remount rw
#cd /data/app
#pwd
Cek ada di mana ?

Jika berada di /system/sd/app berarti sudah APPs2SD
#ls
Cek apakah ada file.apk ?
Jika file.apk sudah ada berarti aplikasinya sudah kembali
Jika file.apk belum ada (kosong), maka restore kembali backup app tadi

Gunakan cmd
prompt>adb push c:\app\* /system/sd/app

Jika berada di /data/app berarti belum APPs2SD

#ls
Cek apakah ada file.apk ?
Jika masih ada :

#cd /system/sd/app
#pwd
Cek apakah berada di /system/sd/app ?
Jika belum berarti harus dimount manual
Harusnya sudah dimount, maka lanjutkan ke :

#mv /data/app/* /system/sd/app
#rmdir /data/app
#ln -s /system/sd/app /data/app
#cd /data/app
#pwd
Cek apakah sudah berada di /system/sd/app ?
#ls
Apakah file.apk sudah ada ? Harusnya ada
#reboot

Naughty by Nature App for Android

Grammy award winning hip hop artists and Pocketnow readers, Naughty by Nature have released an app for Android devices to go along with their latest new album called “Anthem, Inc.” The new album and app celebrates the band’s 20th anniversary. To find the app, simply search for “Naughty by Nature” in the Android Market and it’s a free download. The app was developed by Mobicartel and it’s mainly designed to give you some interesting information about Naughty by Nature. The primary tab is the Gallery which hosts a series of photos and you can read about each photo or press the audio button to hear Vinnie Brown tell you about the picture himself. There’s another tab for videos, which just gives you easy access to some of the Naughty by Nature videos on YouTube. Lastly there’s a “Social” tab that shows you the Naughty by Nature twitter stream as well as a few links to other Naughty by Nature social network sites such as Facebook and YouTube. You can also buy the new album right in the Android Market for only $4.99 at this time. It’s got some great new tracks as well as a few of the classics. If you don’t have an Android phone, of course the album is also available in iTunes, Zune, Amazon, etc.

Firefox 9 for Android

Firefox has long been a leading web browser in the desktop world. It’s been only recently that Firefox has made its way onto mobile devices, first as Fennec, then as Firefox. In this video we’ll take a look at the latest version of Firefox for Android.